Monday, July 7, 2014

Kumpulan Dongeng Sedunia



Kumpulan Dongeng Sedunia merupakan salah satu buku yang paling bermakna dalam hidup saya. Bukan hanya karena buku ini hadiah kenaikan kelas dari kedua orangtua saya, tetapi juga karena buku ini membuka pikiran saya bahwa dongeng-dongeng di dunia ini bukan hanya ciptaan Grimms atau Anderson saja.

Dilengkapi dengan ilustrasi yang memikat buku ini membuat imaginasi saya terbang bebas. Saya ditarik dari satu daerah ke daerah lain. Mulai dari jazirah Arab, Jepang di timur jauh, Rusia yang dingin, Yunani dengan dewa-dewinya yang hobi mengutuk, hingga ke negeri antah berantah.


Sewaktu SMP saya meminjamkan buku ini kepada seorang teman. Lalu ada teman lain yang melihatnya dan ingin meminjam juga. Dalam waktu singkat buku ini sudah beredar diantara teman-teman saya. Senang sih sudah mengenalkan mereka kepada buku bagus ini, tapi akibat buruknya juga ada. Tidak semua mengerti bagaimana cara menjaga buku dengan baik.

Ketika buku ini kembali ke tangan saya, beberapa halaman sudah hilang, beberapa halaman diberi selotip memanjang karena robek. Saya meminjamkan buku ini dengan kondisi yang sangat baik dan kembali dalam kondisi kumal dan menyedihkan. Sungguh, saya sangat sakit hati waktu itu. Rasanya pengen nangis karena hadiah dari orangtua saya diperlakukan dengan semena-mena seperti itu. Sesudah itu saya menolak meminjamkan buku apapun kepada teman-teman saya.

Sudah lebih dari 20 tahun buku ini bersama saya. Sudah tidak cantik lagi. Penuh bercak-bercak kuning dengan pinggiran yang sudah mengembang (terutama bagian bawah karena seringnya dibolak-balik). Tapi kalau diharuskan memilih antara buku ini dengan buku baru lainnya, saya akan tetap memilih buku ini.

Beberapa tahun yang lalu saya sempat membeli cetakan terbarunya. Tapi entah kenapa, ada rasa yang kurang dari buku tersebut. Tidak ada jejak tulisan papa saya, atau bintang-bintang yang sempat saya spidoli dan kemudian disesali. Tidak ada ‘saya’ dibuku itu.



 Setiap lembar buku ini bukan hanya menceritakan sebuah kisah dongeng, tapi juga menceritakan mimpi masa kanak-kanak saya, yang sebagian terwujud dan sebagian lain lenyap tak berbekas. Masa ketika saya masih bisa bermimpi dengan polos tanpa menyadari bahwa kadang hidup melibas kita begitu saja.

Jadiiiiii... sebagai bentuk rasa sayang saya kepada buku ini, saya berniat (berniat, lho!) untuk mereview dongeng-dongeng yang ada didalamnya. Hmmm... mungkin ga bisa dibilang mereview juga sih, lebih kepada menceritakan kembali dongeng-dongeng tersebut.

Kalau dilihat dari sifat saya bakal butuh kerja keras untuk menepatinya. Hehehehe...

Sampai jumpa di dongeng pertama :)





No comments:

Post a Comment