Showing posts with label thriller. Show all posts
Showing posts with label thriller. Show all posts

Monday, July 22, 2013

The Cukcoo's Calling by Robert Galbraith (aka J.K. Rowlings)




Rating : 4 of 5 stars

Supermodel Luna Landry terjun bebas dari balkon flatnya dan kematiannya menjadi sebuah misteri. Polisi menetapkan bahwa penyebab kematiannya adalah bunuh diri walaupun ada saksi yang menyatakan bahwa ia mendengar Lula bertengkar dengan seorang lelaki tepat sebelum tubuhnya melayang melewati balkon dan menghantam jalanan dibawahnya. Tapi kesaksian tersebut kemudian disangsikan karena saksi sedang berada dibawah pengaruh obat-obatan.

Tiga bulan setelah kematiannya John Bristow, kakak angkat Lula, mendatangi kantor detektif swasta Cormoran Strike. Ia bertekad untuk menyingkap misteri kematian adik yang disayanginya ini. Berbekal daftar fakta-fakta dan keanehan-keanehan yang melingkupi kematian Lula ia menyewa Cormoran untuk mengetahui kejadian sebenarnya dari kematian adiknya.

Dibantu oleh sekretaris sementaranya, Robin Ellacot, Cormoran Strike menyusuri kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang kematian Lula Landry.

Oke, ini pendapat saya.

Menurut saya kasus dibuku ini biasa-biasa saja #nunggu dilempar batu
Saya sudah pernah membaca buku dengan kasus-kasus seperti ini yang memberikan petunjuk-petunjuk lebih rumit ataupun juga dengan petunjuk-petunjuk sampah.

Nah, kalo emang biasa-biasa saja kok ngasih bintang 4?

Karenaaaa... buku ini ga berisi kasus saja. Dan saya ga akan mereview kasusnya.

Yang paling menarik dari buku ini adalah karakter-karakter yang terlibat didalamnya. Saya penasaran banget dengan Cormoran Strike yang digambarkan seperti beruang grizzly tapi punya daya tangkap yang tajam. Saya pengen tahu lebih lanjut mengenai hubungannya dengan Jonny Rokeby dan naik turun hubungannya dengan Charlotte yang sepertinya bitchy banget (sambil berdoa dalam hati Rowlings tidak menyatukan kembali kedua orang ini!)

Saya juga suka hubungan yang terjalin antara Cormoran dan Robin. Dari permulaan yang sedikit waswas dan menjaga jarak hingga menjadi sebuah hubungan kerja yang nyaman bagi mereka berdua. Selain itu, di buku ini kita juga dibawa kedunia orang-orang kelas atas yang begitu gemerlap, dengan pengkhianatan dan perselingkuhan menjadi menu sehari-hari.

Yang paling saya kagumi dari buku ini adalah bahwa buku ini merupakan novel kriminal pertama Rowlings! Kalau dilihat dari isi buku ini, tidak ada tanda-tanda bahwa ini buku kriminal pertama yang ditulisnya. Semua petunjuk, penyelidikan, wawancara dengan saksi, latar belakang tokoh  ditulis dengan pas, tidak berlebihan ataupun dangkal.

Seolah-olah The Cuckoo’s Calling adalah buku kriminal kesekian yang telah ditulisnya. Dan itu sangat menakjubkan bagi saya. Tidak ada terasa kecanggungan perpindahan genre dari novel anak ke novel kriminal. Sungguh saya tidak sabar menunggu kelanjutan seri ini...


Saya membaca buku ini setelah ramai diperbincangkan karena ternyata merupakan karya J.K Rowlings. Awalnya buku ini diterbitkan dengan nama Robert Galbraith dan kemudian muncul kabar bahwa Robert Galbraith ini merupakan alias dari J.K Rowlings.

Banyak yang pro dan kontra dengan penggunaan alias ini, apalagi dibagian belakang buku Robert Galbraith digambarkan sebagai seorang mantan militer. Saya baca beberapa komen tentang orang-orang yang merasa tersinggung dengan hal ini, Rowlings dianggap tidak menghormati orang-orang yang bekerja dibidang kemiliteran.

Kalau bagi saya sih ga ada pengaruhnya. Yang penting saya menikmati membaca buku ini, ditulis oleh Rowling ataupun tidak. Dan dengan tingginya ekspektasi penggemar Rowlings akan buku-buku yang ditulisnya, saya cukup mengeti mengapa ia menggunakan alias seperti ini. Dengan begitu orang-orang bisa membaca buku ini dengan pikiran terbuka tanpa membanding-bandingkannya dengan seri Harry Potter seperti yang terjadi pada The Casual Vacancy.

4 jempol untukmu J.K Rowlings. Saya tunggu genre-genre lain bukumu. Asal tidak lupa bikin lanjutan buku ini. Penasaran banget bagaimana Cormoran akan menanggapi tantangan Charlotte!

Sunday, June 9, 2013

Every Dead Thing (Orang-Orang Mati) by John Connolly




My rating: 4 of 5 stars



Judul              : Every Dead Thing (Orang-Orang Mati)
Penulis           : John Connolly
Penerbit          : PT. GPU
Tahun Terbit    : September 2011
Halaman          : 543





Apa yang paling ditakuti oleh seorang polisi?

Apabila kejahatan menyentuh keluarga mereka.

Malangnya bagi Detektif Charlie Parker kejadian tersebut menimpanya. Kejahatan bukan hanya menyentuh keluarganya tetapi juga merenggut mereka dari kehidupan Charlie. Anak dan Istrinya dibunuh di dapur rumah mereka sementara ia sedang bermabuk-mabukan di bar. Semua itu semakin diperparah ketika timbul bisik-bisik bahwa sebenarnya pembunuhan itu dilakukan oleh Charlie sendiri. rumah tangga Charlie yang mulai tidak akur sudah menjadi rahasia umum.

Charlie kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepolisian, menjual rumah dan aset-asetnya dan berkelana mencari petunjuk pembunuh istri dan anaknya. 7 bulan berlalu dan satu-satunya petunjuk yang didapatkan Charlie hanyalah dari Tante Marie, orang pintar dari New Orleans. Marie menyebut pembunuh keluarga Charlie sebagai “Pengembara” dan keluarga Charlie bukanlah satu-satu yang pernah ia bunuh.

Kembali ke New York, Charlie menerima pekerjaan sampingan sebagai detektif swasta. 2 kasus yang diterimanya ternyata saling berhubungan, mengacu kepada pembunuhan anak-anak di Haven, Virginia dan sebuah keluarga mafia di New York. Tidak cukup hanya menjadi penyelidik dalam kasus ini, Charlie juga menjadi incaran untuk dibunuh.

Dan bagaimana dengan pembunuhan anak dan istrinya? Bisakah Charlie menemukan pembunuh mereka?

Sudah cukup lama saya tidak membaca buku thriller. Dan membaca buku ini seolah-olah saya dikasih special treat oleh John Connolly. Bayangkan saja, 2 kasus dalam 1 buku! Dengan ketebalan buku sejumlah 543 halaman dan ukuran huruf yang bisa bikin saya mengunjungi dokter mata sesudah membaca buku ini, saya benar-benar tidak bisa berhenti membaca.

Prolog dibuka melalui 3 sudut pandang sekaligus. POV Charlie dimasa sekarang, POV Charlie sewaktu mendapati keluarganya terbunuh dan POV Walter Cole, partner Charlie, melalui laporan pembunuhan keluarga Charlie. Ketiga POV saling menjalin dan melengkapi dalam mengisahkan pembunuhan anak dan istri Charlie.

Bagi pecinta thriller, buku ini akan melepas kerinduan akan semua settingan yang ada. Pengejaran tersangka yang menghilang setelah membayar jaminannya, yang kemudian dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran, dan membawa ke dunia mafia yang lekat dengan prinsip keluarga dan omerta-nya untuk kemudian dihadapkan kepada pembunuhan berantai di sebuah kota kecil yang sedang sekarat di Amerika. Dan, kalau semua itu belum cukup bagi anda, ada sedikit sentuhan paranormal ketika kita dipertemukan dengan Tante Marie dari New Orleans.

Hanya satu hal yang bikin buku ini sedikit minus dimata saya, yaitu detail pembunuhan yang terlalu eksplisit. Terlalu detail sehingga bikin saya merinding, tapi tetep keukeuh membacanya hingga lewat tengah malam.

Ataukah ini adalah contoh nyata kelihaian John Connolly dalam menulis sehingga semua pembunuhan ini terasa nyata? Bagaimanapun buku ini meraih Shamus Award for Best First Novel di tahun 1999.


Sunday, April 22, 2012

American Gods (Dewa-Dewa Amerika) by Neil Gaiman

My rating: 5 of 5 stars


Dua hari sebelum masa bebas bersyaratnya datang Shadow dikejutkan oleh berita duka kematian istri dan sahabatnya karena kecelakaan dijalan raya pada dini hari. Dibebaskan lebih cepat Shadow kemudian mengejar pesawat untuk bisa pulang menghadiri pemakaman istrinya. Di pesawat Shadow bertemu dengan Mr. Wednesday yang menawari pekerjaan kepadanya.

Begaimanapun Shadow berusaha menghindari Mr. Wednesday dengan turun pesawat saat transit dan berniat melanjutkan perjalanan dengan mobil, Mr. Wednesday tetap bisa menemukan Shadow. Shadow akhirnya menyerah dan bersedia bekerja untuk Mr. Wednesday sebagai supir, pesuruh dan juga tukang pukul.

Ketika sampai dirumahnya, Shadow baru mengetahui bahwa kematian istrinya, Laura, disebabkan karena sedang berhubungan intim dengan sahabatnya, Robbie, didalam kendaraan yang sedang melaju dijalan raya. Pada pemakaman Laura, Shadow menghadiahkan koin yang didapatkannya dari Mad Sweeney, si leprechaun. Sejak saat itu, setiap kali Shadow terancam bahaya Laura selalu datang menolongnya.

Karena terluka dan tidak ingin mendapatkan pandangan simpati dari penduduk kota Shadow memutuskan untuk segera meninggalkan kota tempat tinggalnya. Sebelum sempat mendatangi Mr. Wednesday yang menunggunya di hotel, Shadow diculik oleh seorang laki-laki muda yang mengendarai limusin dan para tukang pukulnya. Setelah puas memukuli Shadow, mereka memberikan pesan kepada Mr. Wednesday bahwa masa kejayaannya telah berakhir dan rencana yang dibuatnya hanya sia-sia belaka.

Setelah kejadian tersebut, Shadow berkelana menjelajah Amerika bersama Mr. Wednesday, menemui para dewa-dewa lama yang bersemayam di Amerika. Ia bertemu dengan Dewi Kali atau yang disebut Mama-ji, Anansi, Eostre, Alviss si kurcaci, Whiskey Jack si Indian, Mr. Ibis dan Mr. Jacquel yang memiliki rumah duka, dll.

Ada yang tertarik dengan niat Mr. Wednesday untuk memerangi pada dewa baru ini dan ada juga yang menentangnya. Bagi mereka, masih bisa hidup dijaman modern ini sudah merupakan berkah tersendiri.

Pihak Dewa Modern yang diketuai Mr. World kemudian meminta pertemuan damai kepada Mr. Wednesday dengan tujuan meredam perang yang akan terjadi dan hidup damai berdampingan. Tapi di pertemuan tersebut pengkhianatan kembali terjadi yang menyebabkan para dewa lama langsung angkat senjata...

Saya tahu review saya ini tidak bisa mewakili seluruh buku. Begitu banyak cerita yang terdapat dalam buku ini. Kisah para dewa-dewa yang dibawa kedaratan baru dan kemudian terlupakan. Kehidupan mereka dimasa kini dan persaingan dengan para dewa-dewa baru.

Kisah perjalanan hidup Shadow yang terbuka sekaligus juga penuh rahasia, mulai dari awal kelahirannya. Ataupun juga mengenai luka hati karena pengkhianatan istrinya. Juga pernyataan Laura bahwa walaupun ia bahagia sebagai istri Shadow, tetapi ada saat-saat dimana ia merasakan kekosongan dalam diri Shadow. Seolah-olah Shadow tidak hidup sama sekali.

Ucapan Laura ini sangat mencambuk diri Shadow. Jadi ketika datang kesempatan dimana Shadow harus memilih untuk tetap hidup tetapi “kosong” atau mati tetapi “hidup”, Shadow samasekali tidak ragu untuk memilih.

Setiap beberapa bab Neil Gaiman menyisipkan kisah-kisah kedatangan para dewa ke dunia barat (baca : Amerika). Banyak sekali cerita sehingga saat membaca kita berpikir apa hubungannya dengan perjalanan Shadow? Tapi bab-bab ini penting untuk dibaca karena disinilah kita bisa merasakan saat-saat mereka dipuja dan kemudian terbenam dalam ingatan pengikutnya.

Ada Bilquis, sang ratu Sheba, yang pada masa-masa jaya kehidupannya pernah dipuja sebagai seorang dewi, harus berakhir di kawasan lampu merah di Los Angeles.

Ada Ifrit yang harus bekerja 2 shift langsung sebagai supir taksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ada kisah Agasu dan Watutu, saudara kembar yang kemudian terpisah karena perbudakan tapi tetap bertahan dan dilindungi oleh dewa-dewi mereka.

Ada Nunyunnini, dewa para suku kelana dari Dataran Utara yang memerintakan sukunya pindah dari tanah yang mereka diami sekarang, karena akan terjadi bencana, dan menuju kearah matahari terbit dimana tanah yang luas dan kosong menunggu mereka. Ketika suku tersebut sampai ketanah yang dijanjikan dan kemudian musnah, Nunyunnini dan jubah mammothnya-pun terlupakan.

Ada Odin dan Loki yang harus bertahan hidup dengan menjadi seniman penipu. Czernoborg dan palunya harus bekerja di pabrik daging, 3 Zorya bersaudara harus memalsukan ramalan-ramalan mereka karena manusia biasa hanya ingin mendengarkan ramalan yang menyenangkan mereka saja.

Setengah isi buku ini berisi dongeng-dongeng tentang para dewa-dewi yang terlupakan ini. Setengahnya berisi tentang perjalanan Shadow yang menemani Mr. Wednesday mengarungi badai besar yang akan datang. Pertempuran antara para Dewa-dewa lama dan Dewa-dewa modern.

Mungkin kita bertanya-tanya, sebagai seorang Dewa mengapa mereka tidak menggunakan kekuatannya untuk hidup enak? Dari kisah-kisah itulah kita mendapatkan jawabannya. Seiring dengan semakin berkurangnya pengikut mereka berikut dengan persembahan darah yang biasa dilakukan oleh pengikut-pengikut mereka dijaman kuno, kekuatan merekapun semakin berkurang hingga hanya cukup untuk bertahan hidup dimasa modern ini.

Dan hal ini yang menyebabkan para dewa-dewa modern hidup makmur. Persembahan mereka tidak lagi berupa darah atau nyawa.

Setiap waktu yang dihabiskan oleh seorang manusia didepan televisi akan meningkatkan kekuatan Dewi Media. Setiap jarak yang ditempuh oleh kendaraan seseorang merupakan persembahan bagi Dewa Jalan Tol. Dan setiap panggilan dan sms dari telepon seseorang merupakan kurban bagi Dewa Komunikasi.

Nah bagaimanakah akhir dari pertempuran besar antara para Dewa lama yang terlupakan dengan para dewa Modern yang angkuh dan serakah? Dengan masa hidup yang lebih lama dan otak yang penuh intrik dan licik, mampukan mereka mengalahkan dewa-dewa modern? Dan apakah Amerika , tanah yang tidak ramah kepada para Dewa, akan berdiam diri menghadapi badai besar ini?

Ending dari buku ini sangat tidak terduga. Siapa melawan siapa, dan siapa yang dijadikan domba korban dan alat pemujaan menjadi twist yang mengejutkan dibuku ini.

Tidak heran buku ini mendapatkan banyak sekali penghargaan...



Nah, setelah segala puja-puji mengenai buku ini saya punya sedikit masalah dengan terjemahannya. Saya ga bilang terjemahannya jelek, tidak. Tapi menurut saya ada terjemahan yang kurang pas, baik dari kata yang diterjemahkan ataupun urutan katanya.

Contohnya : pada halaman 106 ada kalimat “Dia membangunnya dengan tangannya dari tulang belulang dan daging Ymir, kakeknya, yang hancur.”
Saya cek englishnya : “He built it with his hands from the shattered bones and the flesh of Ymir, his grandfather.”
Apa tidak lebih cocok terjemahannya seperti ini : “Dia membangunnya dengan tangannya dari serpihan tulang belulang dan daging Ymir, kakeknya.”

Atau dihalaman 123 : ...atau desisan kayu bergeser dengan kayu saat digeserkan dari satu kotak ke kotak sebelahnya.
Englishnya : ...or the hiss of wood against wood as they were slid from square to adjoining square.
Mungkin lebih cocok : ... atau desisan kayu dengan kayu saat mereka digeserkan dari satu kotak...

Atau dihalaman 80 ada warna “ungu tua berdarah” (deep bloody purple), atau bunga “lili di lembah-lembah” (the lily of the valleys, yang dibuku-buku terjemahan lain nama bunga ini tidak diterjemahkan). Jadi bertanya-tanya bagaimana penerjemah akan menerjemahkan baby’s breath. Bunga Napas Bayi???

Atau dihalaman 273: ... dan pegangannya dari kulit mutiara (had a mother-of-pearl handle). Mungkin lebih cocok cangkang mutiara *susah payah ngebayangin kulit mutiara*

Dan kalau saya baca tentang daerah tempat tinggal suku Indian, biasanya diterjemahkan sebagai daerah konservasi. Dibuku ini diterjemahkan sebagai kawasan pelestarian. Aneh aja bacanya. Yuk, rame-rame kita lestarikan suku Indian. Hihihihi...

Juga ada ketidak konsistenan dalam penerjemahan. Di bagian awal Shadow digambarkan bermain dam dengan Czernoborg. Dibagian akhir Shadow diundang bermain checkers oleh Czernoborg.

Belum lagi kesalahan ejaan atau penulisan. contoh : Kalanu (nama orang) ditulis Kalani. Apa penerjemah lagi bingung ya, soalnya istri Kalanu namanya Dalani. hehehehe...

Dan menurut saya, ada banyak sekali terjemahan yang seperti ini dibuku American Gods versi Indonesia ini. Rasanya tiap sepuluh halaman saya menemukan satu kata/kalimat/istilah yang bikin bingung. Buku tulis saya rasanya penuh dengan kalimat-kalimat aneh yang saya kutip dari buku ini..

Jujur saja, saya agak jengkel sewaktu awal-awal membaca buku ini dan berniat untuk pindah ke versi Englishnya. Tetapi setelah diselingi dengan keriuhan BBI 1st Giveaway, emosi saya mulai menurun dan bertekad untuk menyelesaikan buku versi terjemahan ini.

Salah satu poin yang menegaskan tekad saya ini adalah harga buku yang menurut saya, setelah selesai membaca buku ini, sama sekali tidak pantas dipatok dengan harga 125 ribu rupiah!



Saturday, February 18, 2012

Bulan Madu (Honeymoon) byJames Patterson & Howard Roughan

 

My rating: 4 of 5 stars


Just WOW!!!

James Patterson emang handal bikin plot yang memikat.

Jadi teringat beberapa minggu yang lalu nonton serial TV Castle. Tokoh utamanya adalah Rick Castle yang berprofesi sebagai penulis thriller. Sewaktu terjadi kasus pembunuhan yang meniru pembunuhan dalam buku-bukunya, Castle membantu kepolisian buat memecahkan kasus ini. saat pembunuh tertangkap dengan mudah Castle jadi bingung dan ga puas. Ada yang hilang dan tidak sesuai dengan kasus tersebut.

Karena kebingungan Castle minta saran dari teman2 penulisnya yang kebetulan waktu itu adalah Patterson dan Michael Connely (masing2 bermain sebagai diri sendiri lho). Abis dengar cerita Castle mereka komen "That's it? where's the twist?"

Nah, sewaktu baca buku ini saya teringat dengan adegan tersebut. twist atau belokan cerita/adegan2 ga terduga (menurut pengertian saya nih :D) dalam buku ini sudah dimulai dari awal-awal bab.

Nora yang cantik, berbakat, sukses dan memiliki tunangan kaya raya yang sangat mencintainya. Kariernya sebagai designer interior dengan klien2 kelas atas juga sangat memuaskan dan membuat ia harus melakukan perjalanan2 bisnis untuk menemui kliennya.

Nah, bayangkan betapa kagetnya saya ketika sampai ke bab-bab berikutnya ternyata ada seorang suami yang menanti Nora dikota lainnya! Tidak tanggung-tanggung, si suami adalah penulis novel best seller yang digandrungi para wanita dan memiliki simpanan dana darurat mencapai 6juta dollar!

Dan ketika kemudian tunangan dan suaminya ini meninggal karena serangan jantung, saya hanya bisa geleng2 kepala...

Patterson, you really really hook me! (eh, bener ga sih englishnya? LOL!)


Tapi walaupun begitu, ada beberapa hal yang menurut saya kurang dijelaskan oleh Patterson. Apa yang membuat Nora melakukan hal-hal mengerikan seperti itu? Apakah ia pernah disiksa atau dilecehkan sewaktu kecil sehingga membenci lelaki. Ataukah kemiskinan begitu berbekas dihatinya sehingga memotivasinya untuk membunuh demi uang? Apakah trauma menyaksikan pembunuhan ayahnya oleh ibunya membuat ada yang hilang dalam sanubari Nora? Kenapa ibu Nora membunuh suaminya? dan apa isi surat ibu Nora yang ditulisnya untuk Nora?

Sungguh, saya ingin sekali mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas.


Friday, February 17, 2012

Rumah Pantai (The Beach House) by James Patterson & Peter De Jonge

The Beach House (Rumah Pantai)


My rating: 4 of 5 stars



Wuiihhh... sekali lagi saya nyatakan kalau saya adalah penggemar berat James Patterson. Buku-bukunya tidak pernah gagal membuat saya terpaku dan tidak melepaskan pandangan dari kalimat-kalimat yang terpampang.

Jack Mullen, mahasiswa hukum tahun kedua, pulang berakhir pekan kerumah orangtuanya dan disambut dengan berita kematian adiknya Peter. Polisi menyatakan kematian Peter adalah karena tenggelam dilaut, sedangkan tubuh Peter dipenuhi memar-memar bekas pukulan dan banyak tulang retak.


Tidak puas dengan pernyataan polisi, Jack dan teman-temannya berniat menyelidiki kematian adiknya. Niat mereka ini kemudian berhadapan dengan ancaman-ancaman kematian yang ditujukan kepada setiap orang yang terlibat penyelidikan ini. Tapi Jack yang gigih walaupun pengadilan sudah menyatakan kematian Peter adalah karena tenggelam terus menggali kasus adiknya tersebut.

Dalam penyelidikannya ini Jack harus berhadapan dengan keluarga Neubauer, miliarder kaya pemilik rumah pantai tempat lokasi kematian Peter. Selain itu ia juga menemukan banyak hal yang disembunyikan Peter darinya. Dan pada akhirnya, ketika penyelidikan terungkap, Peter hanyalah salah satu pion dari permainan orang-orang kaya yang mampu membeli hukum dengan uang mereka...


Rasanya campur aduk saat membaca buku ini. Apalagi membaca ketidakpedulian polisi yang telah disuap dan juga ancaman terang-terangan yang sangat menggambarkan kedudukan si kaya yang tahu bahwa dirinya tidak bisa disentuh oleh hukum.

Adegan peradilan ala keluarga Mullen juga bikin deg-degan. walaupun akhirnya bukti nyata keterlibatan si pelaku dalam pembunuhan Peter tidak terlalu kuat, tapi keadilan yang didapatkan Jack cukup memuaskan.

yang bikin saya ga jadi ngasih bintang 5 coz ada beberapa hal yang ga jelas. contohnya, apa  yang menyebabkan Peter terjebak didunia hitam sejak umur 14 tahun, dijebak atau dipaksa? bagaimana dengan Dana, apakah juga seperti itu? Apa alasan Sammy mau bekerjasama dengan Campion?

walaupun ada beberapa pertanyaan ini, tetap tidak mengurangi ketegangan membaca buku ini :)

Sunday, December 25, 2011

The Girl Who Kicked The Hornet's Nest (Millenium #3) by Stieg Larsson



My rating: 4 of 5 stars

hmmm, dibuku 1 dikasih mengenai pembunuhan berantai, di buku mengenai sex trafficking and pencarian Lisbeth buat balas dendam ke bapaknya, di buku tiga dikasih mengenai konspirasi pemerintahan. emang bervariasi tema cerita yang diberi Stieg Larsson ke pembacanya. Mantap banget..

Buku ke3 diawali dengan Lisbeth yang dibawa kerumah sakit setelah mengalami luka tembakan di pinggul, bahu dan kepala. Setelah bekerja keras, dokter berhasil mengeluarkan peluru dari kepala Lisbeth. Saat ia sadarkan diri kembali  Lisbeth tidak mengalami gangguan fungsi tubuhnya dan ingatannya masih tetap bagus. Selama dirumah sakit Lisbeth diasingkan dan dijaga 24 jam penuh.

Mikael yang khawatir akan nasib Lisbeth kemudian meminta adiknya Annika untuk menjadi pengacara Lisbeth. Selama diasingkan Lisbeth sama sekali tidak diperbolehkan memiliki komputer atau telepon atau peralatan yang bisa menghubungkannya dengan dunia luar. Mikael kemudian menyelundupkan komputer kecil untuk Lisbeth karena keahlian Lisbeth sebagai hacker sangat dibutuhkan oleh Mikael dalam mencari data yang bisa meringankan Lisbeth dipengadilan nantinya.

Sebagian besar buku 3 ini diisi dengan Mikael yang berusaha membongkar organisasi rahasia dalam pemerintahan dan kepolisian yang menyebabkan Lisbeth dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa pada umur 12 tahun.

Sidang pengadilan Lisbeth, yang tujuan utama jaksa adalah memasukkan Lisbeth kembali kerumah sakit jiwa, baru dimulai setelah hampir ¾ cerita. Jalannya sidang sangat bagus digambarkan, apalagi waktu Annika ‘membantai’ dokter jiwa Lisbeth yang emang dari dulu pengen memasukkan Lisbeth kembali dibawah pengawasannya di rumah sakit jiwa.

Sayang sekali bagian tentang sidang ini sangat sedikit, padahal saya paling suka membaca adegan pertempuran diruang sidang. Mengingatkan kembali akan novel2 John Grisham yang bikin greget karena suasana ruang sidangnya. 


Setelah membaca trilogi Millenium ini rasanya sudah tidak ada lagi yang bisa dikatakan. kata "Memikat" saja tidak cukup mewakili bagusnya buku ini.











Wednesday, December 21, 2011

The Girl Who Played With Fire (Millenium #2) by Stieg Larsson



My rating : 4 of 5 stars


Setelah membaca buku satu (The Girl With The Dragon Tattoo) saya berpikir bahwa dibuku kedua ini Lisbeth dan Mikael akan kembali bekerjasama mengungkap kasus-kasus pembunuhan atau lainnya, seperti lazimnya cerita-cerita detektif lainnya.

Ternyata perkiraan saya salah. Pada buku ini Stieg Larson memfokuskan kepada kehidupan pribadi Lisbeth yang telah diuraikan sedikit dibuku satu. Apa sebab ia dimasukkan ke rumah sakit jiwa, latar belakang keluarganya, bahkan Camilla yang dibuku satu disebut sabagai saudara Lisbeth ternyata adalah kembarannya. Surprise...!! Ada 2 Lisbeth!

Cerita dimulai hampir 2 tahun kemudian dengan Lisbeth yang sedang bersantai di Grenada setelah kabur karena patah hati melihat Mikael dan Erika Berger. Dalam masa tersebut ia telah melakukan operasi payudara (karena payudaranya tidak berkembang sehingga ukurannya lebih kecil dari ukuran normal) menggunakan uang dari rekening Wennerstroms di Cayman  yang dicurinya (sekitar beberapa milyar kronor!); berlibur ke Roma, Hongkong, Thailand dan berpindah-pindah pulau di Karibbia.

Di Grenada, selain bersantai, Lisbeth yang sedang terpesona dengan matematika sibuk berusaha memecahkan berbagai persamaan yang pernah ada tanpa berusaha mencontek jawaban dari buku teksnya (wajib ditiru nih :p )

Ketika kembali ke Swedia Lisbeth mulai mencari apartemen yang lebih luas dari apartemen lamanya, dan menyewakan apartemen tersebut kepada temannya (juga kekasih?) Miriam Wu. Setelah menunda-nunda sekian lama sembari menyakinkan diri bahwa ia tidak punya perasaan apa-apa lagi terhadap Mikael, Lisbeth kembali aktif memantau komputer Mikael yang telah dihacknya.

Dari sana ia mengetahui bahwa Mikael ternyata sedang bekerjasama dengan Dag Svensson dan kekasihnya Mia Johansson  untuk mengungkap kasus sex trafficking yang sangat banyak terjadi di Swedia. Dag dan Mia telah lama mengkaji mengenai kasus ini dan mereka telah menemukan banyak sumber, mulai dari para korban, pelaku dan pelanggan dan bermaksud mengekspos berita ini. Mereka juga menemukan bahwa bos besar yang menjalankan usaha ini bernama Zala.

Hal ini mengejutkan Lisbeth, karena satu2nya Zala yang dikenal Lisbeth adalah ayahnya, Alexander Zalachenko, mata-mata Rusia yang kabur ke Swedia, dan juga menyebab Lisbeth dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa.

Sementara itu Bjurman, Guardian Lisbeth yang semakin terobsesi untuk menyingkirkan Lisbeth membongkar semua data yang ada mengenai gadis tersebut. Dan ketika ia menemukan bahwa Alexander Zalachenko adalah ayah Lisbeth, dan sangat bernafsu untuk membunuh Lisbeth, ia langsung menghubungi Zala.

Kasus semakin memuncak ketika Dag, Mia dan Bjurman ditemukan tewas dalam jarak waktu beberapa jam, dan disenjata yang digunakan untuk membunuh terdapat sidik jari Lisbeth. Ketika diketahui bahwa Lisbeth juga pernah dimasukkan kerumah sakit jiwa, edaran darurat langsung disiarkan secara nasional untuk waspada terhadap Lisbeth yang sudah dilabeli sebagai pembunuh dan tidak stabil secara kejiwaan.

Mikael yang tidak percaya Lisbeth melakukan pembunuhan tersebut kemudian mengabdikan dirinya berusaha memecahkan kasus tersebut. Berulangkali ia berusaha menghubungi Lisbeth, tapi selalu gagal. Kemudian ia ingat bahwa Lisbeth dapat memantau komputernya darimana saja dan ia mulai meninggalkan pesan-pesan untuk Lisbeth di laptopnya. Dan sesuai dugaan, Lisbeth membalasnya.

Berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan Lisbeth, Mikael berhasil mengetahui mengenai masa lalu Lisbeth. Ternyata ayahnya, Zalachenko, merupakan orang yang kejam dan sering menyiksa ibunya. Pada umur 12 tahun Lisbeth tidak sanggup lagi melihat ibunya disiksa dengan kejam dan membuat rencana untuk menyingkirkan ayahnya. Pada saat Zalachenko mengunjungi ibunya (si bapak ini pulang setiap beberapa bulan) Lisbeth menghampiri ayahnya yang sedang didalam mobil dan melemparkan bom molotov kedalam mobil ayahnya tersebut. Kejadian ini menyebabkan salah satu kaki Zalachenko harus diamputasi dan sebagian wajahnya rusak. Sedangkan ibunya yang disiksa oleh si ayah mengalami pendarahan otak dan tidak pernah normal sesudahnya.

Karena Zalachenko banyak memberikan rahasia Rusia kepada Swedia, pemerintah menganggap kalau kasus pembakaran ini sampai ke pengadilan Zalachenko akan membongkar rahasia pemerintah Swedia itu sendiri. Oleh karena itu Lisbeth dinyatakan sakit jiwa dan dikurung dirumah sakit jiwa. Pada umur 15 tahun ia keluar dan diasuh oleh Palmgren, pengacaranya.

Cerita diakhiri dengan Mikael yang menemukan Lisbeth dirumah pertanian dengan peluru bersarang di pinggul, bahu dan kepalanya..

Walaupun rasanya ga sepuas buku 1 (makanya bintangnya turun satu :p ) tetap aja buku ini memikat untuk dibaca.

Tapiiiiiiii ada sedikit yang mengganggu saya dibuku ini. Masih masalah romancenya..

Kalo dibuku satu saya dibikin sebel ama Mikael yang nidurin perempuan sana sini, punya affair dengan Erika yang sudah menikah dan tidak berniat memutuskan affair ini sampai 20 tahun kedepan, dibuku ini saya dibikin sebel ama Lisbeth.

Ga tau deh ya apa pandangan mengenai sex di Eropa emang lebih bebas dari benua manapun di bumi ini, Lisbeth yang berpaling kepada Miriam Wu bikin saya agak ilfil. Dan untunglah adegan sex di buku ini bisa dibilang hampir  tidak ada (kalo dibandingkan dengan novel romance), selain ciuman dan isyarat mau pindah ke tempat tidur. Kalo ga... ughhh.. mungkin brenti baca...

Walau bagaimanapun, saya masih berharap Mikael bakal sadar dan baikan lagi dengan Lisbeth (doa dari pencinta romance sejati MySpace )

Sunday, December 18, 2011

The Girl With The Dragon Tattoo (Millenium #1) by Stieg Larsson



my rating : 5 of 5 stars


Ini buku paling kompplit yang pernah saya baca. ada intrik keluarga yang sangat minta ampun banget, pembunuhan berantai, bahkan sampai menumbangkan mafia keuangan. 

Cerita bermula dari Mikael Blomkvist, jurnalis yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena telah mempublikasikan berita palsu mengenai salah satu pebisnis Swedia, Hans-Erik Wennerstorm. Blomkvist dikenakan 3 bulan kurungan dan denda 150.000 kronor. Untuk menyelamatkan majalahnya, Millenium, Mikael dinyatakan dipecat oleh dewan direksinya.

Pada saat itulah datang tawaran dari Henrik Vanger, seorang pengusaha, untuk membuat biografi keluarganya. Tujuan utama Henrik menyewa Mikael adalah untuk memberikan sudut pandang baru bagi kasus lenyapnya keponakan Henrik, Harriet Vanger.

Selama 38 tahun Henrik terobsesi dengan lenyapnya Harriet. Ia yakin Harriet dibunuh, dan yang membunuh adalah salah satu anggota keluarganya.

Pada awalnya Mikael pesimis dengan kasus ini. Tetapi Hendrik tetap ngotot, minimal Mikael bisa menyelesaikan otobiografi keluarganya. Satu-satunya alasan Mikael menerima pekerjaan ini adalah saat Henrik menyatakan bahwa ia memiliki bukti2 yang bisa menyeret Wennerstorm ke pengadilan.

Penyelidikan Mikael kemudian membawanya kedalam konflik kelam keluarga Vanger. Kedekatan beberapa anggota keluarga dengan Nazi, kebencian terhadap Yahudi, persaingan memperebutkan kekuasaan dalam perusahaan dan kekerasan rumah tangga mewarnai hubungan antar personal dalam keluarga Vanger.

Berbekal nama dan kode dari buku harian Harriet, yang sampai saat itu tidak dapat dipecahkan oleh polisi, Mikael kemudian bekerja sama dengan Lisbeth Salanger. Lisbeth cewek anti sosial yang menyatakan dirinya sebagai hacker terbaik di Swedia dan sudah keluar masuk bangsal psikiatri sejak berusia 12 tahun.


Dari hasil analisa para psikiater Lisbeth dinyatakan introverted, socially unhibited, lacking in emphaty, ego fixated, psychopathic and asocial behaviour, difficulty in cooperating dan incapable of assimilating learning.
sejak saat itu Lisbeth diperintahkan oleh pengadilan untuk berada dibawah kendali seorang Guardian, yang mengontrol aspek sosial dan keuangan Lisbeth. tapi untungnya, Guardian pertama Lisbeth adalah pengacaranya yang menganggap Lisbeth sebagai anaknya sendiri. Lisbeth dibebaskan untu menjalani hidupnya dan memiliki akses penuh ke rekeningnya.

Hal ini berubah saat guardiannya tersebut terkena pendarahan otak. Penjagaan Lisbeth dipindahkan kepada Bjurman, seorang pengacara. ia mengambil alih keuangan lisbeth sehingga setiap menginginkan sesuatu Lisbeth harus meminta kepada Bjurman. melihat catatan medis Lisbeth, Bjurman menganggap Lisbeth sebagai korban yang bisa dilecehkannya. pada saat Lisbeth meminta uang untuk mengganti laptopnya yang rusak, Lisbeth dipaksa melakukan oral sex.

Hal ini jelas membuat Lisbeth murka. ia adalah jenis orang yang kalau disakiti satu kali pasti akan membalas 10x lipat. Lisbeth memikirkan segala cara untuk membunuh Bjurman. mulai dari bom, racun sampai penembakan. Tapi kemudian ia memutuskan untuk memvideokan perbuatan Bjurman, walaupun itu berarti ia harus membiarkan Bjurman melakukan hal itu lagi kepadanya. tapi Lisbeth salah perhitungan. Bjurman meminta Lisbeth datang kerumahnya untuk mengambil cek bulanannya. dan disana ia mengikat dan memperkosa Lisbeth selama 2 hari. setelah menyembuhkan dirinya, beberapa hari kemudian Lisbeth menyerbu Bjurman dengan bersenjatakan taser. ia kemudian mengancam akan menyebar video perbuatan Bjurman kalau tidak menuruti semua permintaan Lisbeth yaitu mengembalikan kuasanya terhadap rekeningnya, membuat laporan bulanan yang bagus tentang Lisbeth dan memulai usaha melepaskan Lisbeth dari kendali Guardian. dendan Bjurman terhadap Lisbeth inilah yang akan mendasari buku 2 nantinya.


kembali ke cerita, kode dibuku harian Lisbeth secara tidak sengaja dipecahkan oleh anak Mikael yang sedang rajin menekuni ilmu agama. Ternyata kode-kode tersebut merujuk kepada ayat-ayat tertentu pada kitab tentang hukuman dan penyucian. Hal ini kemudian membawa mereka kepada beberapa pembunuhan yang terjadi selama 1947 – 1966 yang dianggap sebagai pembunuhan acak.

Penemuan ini membuat mereka terkejut. Bagaimana bisa Harriet Vanger yang pada saat menghilang (1966) baru berumur 16 tahun bisa menemukan hubungan dari pembunuhan2 tersebut? Dan itu membawa mereka pada kecurigaan bahwa pembunuh tersebut adalah salah satu anggota keluarga Vanger..

Setelah menyelesaikan kasus Vanger ini, Mikael kemudian meminta bahan2 yang bisa menyeret Wennerstrom ke pengadilan. Ternyata bahan2 tersebut tidak cukup untuk dibawa kepengadilan. Lisbeth yang tertarik kepada Mikael kemudian membantunya dengan memberikan data hard disk komputer Wennerstorm yang telah di hack-nya.

Cerita diakhiri dengan Lisbeth, si anti sosial yang baru pertama kali jatuh cinta, melihat Mikael dengan Erika Berger (kolega dan occasional lover-nya Mikael) berjalan dengan mesra menuju apartemen Mikael.

Walaupun butuh waktu lebih lama dari biasa untuk menyelesaikan buku ini, tetapi buku ini membawa kepuasan tersendiri bagi saya. Rasanya sudah lama sekali tidak membaca thriller yang menegangkan seperti ini. Ini ga masuk novel2 romance yang mengambil latar belakang pembunuhan, politik atau lain sebagainya.

Sejak novel romance merajalela, sedikit sekali novel2 thriller yang diterbitkan dan diterjemahkan di negeri ini. Saya ga komplain soal banyaknya novel romance diterbitkan ya (bagaimanapun saya penggemar berat romance), tetapi berkurangnya jenis novel lain yang saya sayangkan. Bahkan novel2 James Patterson pun sekarang sudah jarang diterbitkan, kalaupun ada paling yang berjenis young adult...

romance dibuku ini dikiiiiiitt banget, paling cuma 3-5% dari isi buku lah. sebenarnya ga bisa dibilang romance juga sih, lebih tepat dibilang bobo bareng2. hehehehe...

upss, btw buku ini sudah diangkat dilayar lebar dan mulai ditayangkan 20 desember 2011. yaaayyyy... wajib nonton nih!






Thursday, August 11, 2011

The Quickie by James Patterson



\
My Rating : 5 of 5 stars


Hmm... kalau lihat cover dan judulnya pasti orang mikir ni buku udah menjurus. Tapi tenang aja teman2, yang ngarang James Patterson, pakarnya serial killer, buku ini ga bakalan masuk kategori erotica atau sebangsanya.
Lauren yang berprofesi sebagai detektif memergoki suaminya Paul yang masuk hotel bersama seseorang perempuan. Saat ditanya waktu makan malam mengenai kegiatan suaminya, Paul  berbohong dengan mengatakan bahwa seharian ia berada dikantor. Jawaban ini membuat Lauren marah sehingga ia memutuskan membalas suaminya dengan berselingkuh dengan Scott, detektif bagian narkoba.
Pada malam terjadinya perselingkuhan Paul mendatangi rumah Scott dan berniat membunuh Scott. Scott yang pingsan kemudian dibawa oleh Paul. Lauren yang menyaksikan kejadian tersebut dari jendela kamar menjadi cemas karena ternyata Paul mengetahui perselingkuhan tersebut.
Beberapa jam kemudian Lauren mendapatkan panggilan karena ada kasus pembunuhan. Ternyata yang dibunuh adalah Scott dan terdapat banyak barang bukti yang ditinggalkan oleh Paul. Lauren kemudian pontang panting berusaha menghilangkan semua barang bukti agar suaminya tidak ditangkap. Sebagai polisi yang terkenal dengan integritas dan kejujurannya ini membuat lauren gundah. Tapi rasa cinta pada suaminya membuat ia memilih untuk menyelamatkan Paul.
Setelah segala usaha susah payah dan hampir ketahuan, Lauren akhirnya berhasil juga menyelamatkan Paul. Tetapi kemudian kejutan yang paling menyakitkan sudah menunggu Laura, bahwa semua yang terlihat belum tentu merupakan kebenaran...
WOW!!! Ini buku seru banget. Walaupun udah terbiasa baca novel2 James Patterson, mulai dari seri Alex Cross sampai Maximum Ride, buku yang satu ini bikin gregetan sekali. Baru pertama kali ini gw membaca buku dimana tokoh utama menyeberang ke sisi dosa untuk menyelamatkan suaminya. Belum lagi harus mengancam teman sendiri yang mengetahui perbuatannya dan memeras Jaksa Wilayah yang juga tahu perbuatan suaminya dengan mengancam akan menyebar video mesum si jaksa tersebut. Dan pada akhirnya perbuatannya ini mesti dibayar dengan menyakitkan oleh Lauren.