Monday, November 7, 2011

The Guardian by Sherrilyn Kenyon

My rating:4 of 5 stars


Ini buku ke2 tentang dream chaser yang saya baca.

Buku pertama yang saya baca mengenai Xypher dan Simone, yang berlokasi masih di New Orleans dan masih ada kontak dikit dengan para dark hunter dan para were di sanctuary. Jadi latar belakang masih bisa dipahami bener lah.

Jadi waktu baca settingan buku ini di Azmodea saya agak keteteran dikit menghapal para dewa dewi yang terlibat  Walaupun para dream chasernya masih dari Greek Pantheon, karena baru sekali baca dream chaser tetap aja banyak tokoh baru yang mesti diingat.

Buku ini bercerita mengenai Seth, seorang demigod, yang telah menjadi budak Noir dan Azura sejak berumur 13 tahun (sekitar 4500 tahun yang lalu). Noir dan Azura, yang setelah saya baca sepertinya bukan termasuk dewa dewi yang powerfull banget, mendapatkan energinya dari menghisap power Seth dan juga para dewa dewi yang berhasil dijadikannya budak. Entah bagaimana tipu daya yang dilancarkan Noir dan Azura sehingga bisa menangkap para dewa ini. Bahkan Verlyn, the absolute justice God, salah satu dari 6 primal Gods bisa dijadikannya budak. Ck..ck..ck..

Tapi akhirnya tahu siapa yang menjadi bosnya Jaden :)

Seth yang pernah mencoba berontak dan bermaksud kabur dari Noir beberapa ribu tahun yang lalu ini kemudian dihukum dan disiksa sehingga ia sama sekali tidak sadar lagi dengan waktu yang berlalu. Kemudian Noir yang bermaksud menguasai dunia manusia memerintahkan Seth untuk mencari Key of Olympus yang dapat memusnahkan semua dewa-dewi Yunani. Dan kunci diketahui dimiliki oleh Solin, dream god yang kabur dari Yunani untuk menyelamatkan nyawanya.

Seth yang bersumpah tidak ingin merasakan kesakitan dan penderitaan yang ditanggungnya selama ribuan tahun dipenjara Noir bertekad untuk menyelesaikan misi tersebut tanpa ampun. Tetapi setelah berhasil menculik Solin, Seth malah tidak tega menyiksa Solin sesakit ia pernah disiksa dulunya.

Kemudian muncul Lidya, si jackal yang juga bisa mengembara kedunia mimpi karena ibunya adalah seorang Kattagiri dan ayahnya adalah dream god. Kecintaan pada Solin membuat Lidya mendatangi Azmodea untuk menyelamatkan ayahnya, walaupun Solin lama sudah menegaskan pada Lidya untuk kabur kalau ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Tetapi kemudian Lidya ditangkap oleh Seth. Seth mengancam akan membunuh Lidya kalau Solin tidak memberikan Key of Olympus tersebut dan memberikan waktu 3 hari buat Seth untuk membawakan kunci tersebut.

Menjadi tahanan Seth, Lidya yang awalnya agak ngeri kepada Seth malah akhirnya menjadi tertarik. Apalagi kemudian ia mengetahui bahwa Seth yang selalu berada pada kesakitan konstran (karena Noir paling hobi memanggil Seth untuk disiksa, dan Azura selalu memanggil Seth untuk memuaskan kebutuhan ditempat tidur dan selalu melukai Seth) merupakan orang yang paling membutuhkan kasih sayang yang pernah ditemuinya. Tidak ada hari dimana tidak ada luka-luka baru dan lebam ditubuh Seth.

Semenjak kecil Seth sudah ditolak oleh ayahnya Set (dewa yang merupakan anak Ra, dewa matahari Mesir), ditinggalkan di padang pasir untuk mati oleh ibunya (Seth dibawa kepadang pasir, dihancurkan tulang kaki dan lututnya oleh si ibu agar tidak bisa membuntutinya pulang), dikhianati oleh keluarga yang menyelamatkannya dari padang pasir tersebut, sehingga Seth sama sekali tidak mempercayai siapapun dalam hidupnya lagi. Tetapi Lidya yang terus menerus memperlihatkan kelembutan kepada Seth akhirnya membawa kehangatan dalam kehidupan Seth yang sepi dan penuh penderitaan.

perasaan tidak ada satupun tokoh hero dari seri dark hunters ini yang memiliki masalalu menyenangkan. hmmm... mungkin Kyrian kali ya, walaupun akhirnya mati penuh dendam :(

Nah, cerita kemudian berlanjut dengan pencarian dan perebutan Key of Olympus, yang berasal dari sumpah Appollymi, ibunda Acheron (aaaahhhhh... ini satu2nya yang berkaitan dengan Ash dibuku ini!), yang bersumpah untuk membunuh semua dewa dewi Yunani yang telah menyebabkan kematian Ash sewaktu dia masih manusia. Dan sumpah ini ada hubungan dengan para were hunter, dan juga yang menyebabkan Fates bersaudara yang memutuskan para were ini berjodoh dengan siapa, karena takut akan munculnya Key of Olympus ini.

Tapi toh, tetap aja Fates kecolongan. Hehehehe...

Setelah lama bertanya-tanya akhirnya tahu siapa yang menjadi atasan Jaden, si mediator demon yang powerfull itu. Tapi masih penasaran sama Savitar, si mediator para were hunter yang hobi surfing. Ahhhh... kapan ya buku ke2nya keluar????





The Bite Before Christmas by Jeaniene Frost

The Bite Before Christmas (Argeneau, #15.5; Night Huntress, #6.5)

My rating: 4 of 5 stars


Back to Cat and Bones!!!


Untuk merayakan ultah Bones yang hampir seperempat millenium, Cat memutuskan mengadakan pesta dan mengundang para teman-teman dekatnya, sekalian untuk liburan natal juga. Tetapi pas hari H, Annette yang juga masuk dalam daftar tamu tak kunjung datang. Padahal ga mungkin banget Annette tidak datang ke pesta ultah Bones. Akhirnya Ian di utus untuk mendatangi Annette di hotelnya.

Ian yang bete karena tidak diperbolehkan membawa pasangan oleh Cat (sementara yang lain asyik bermesraan dengan pasangan masing-masing) dengan semangat 45 mendatangi kamar hotel Annette. Niatnya sih mungkin aja Annette mau menanggapi Ian yang lagi bernafsu. Hehehehe..

Tapi yang ditemukan Ian di kamar tersebut ternyata Annette yang sedang berlumuran darah. Langsung saja Ian menghubungi para sahabat agar datang. Bones kemudian menanyai Annette tentang siapa yang telah melukainya. Tetapi Annette mengaku tidak tahu, yang menimbulkan kecurigaan Bones kalo Annette berbohong. Ini membangkitkan kemarahan Bones karena menyerang salah satu anak buahnya berarti sama saja dengan menyerang dia sebagai seorang master Vampir.

Setelah mereka kembali kerumah, mereka kemudian mengetahui kalau mereka telah dibuntuti oleh seorang vampir. Vampir tersebut, Wraith, kemudian mengaku kalau ia sebenarnya adalah saudara Bones, dan ia datang sebagai hadiah ultah dari Annette untuk Bones. Setelah mengeluarkan bukti-bukti yang mendukung pernyataannya, termasuk foto Duke of Rutland, si ayah yang memiliki wajah seperti pinang dibelah dua dengan Bones, Bones akhirnya mengetahui kalau ia sebenarnya adalah anak luar nikah Duke of Rutland dengan Penelope, putri Viscount of Maynard. Yang bikin Ian langsung membelalak, ga tau apa karena terkesima karena garis keturunan Bones atau malah cemburu 

Akhirnya Wraith diizinkan tinggal dirumah mereka. Tapi entah kenapa keesokan paginya Cat dibangunkan oleh Ian yang bikin Cat langsung mengambil pose menyerang, karena Ian ada didalam kamar tidurnya.

Hanya saja kali ini Ian sangat serius. Ia merasa ada yang aneh dengan kelakuan teman2nya yang sedang sarapan di ruang makan. Ia merasa ada yang aneh dengan Wraith, vampir soliter yang memiliki kekuatan sedang saja. Ia merasa tidak mungkin Wraith menjadi vampir tanpa Master selama seratus tahun dan tetap selamat.

Cat marah kepada Ian dan menuduh Ian cemburu karena kali ini ia tidak menjadi pusat perhatian. Ian yang marah kemudian menyatakan kalau ia akan pergi dari rumah tersebut dan menginap di hotel dan meminta cat mendatanginya kalau sudah bisa melihat keanehan yang dirasakannya.

Ternyata keanehan ini tidak hanya dirasakan oleh Ian saja. Denise, istri Spade juga merasakannya. Biasanya para vampir yang sayang istri ini sangat tanggap dengan keingginan para istrinya. Tapi sejak kedatangan Wraith mereka seolah2 tidak peduli lagi dengan istri mereka dan menghabiskan waktu mengelilingi Wraith yang bertingkah seperti Lord and Master mereka.

Terang saja Cat langsung mendatangi Ian untuk mencaritahu mengenai fenomena ini. Ian yang memiliki teori menyatakan bahwa kemungkinan Wraith telah bersekutu dengan demon, dan teman2 mereka telah terpengaruh oleh sihir demon tersebut. Kemungkinan yang menyebabkan Cat, Denise dan Ian tidak terkena pengaruh sihir ini mungkin karena pada Cat didalam darahnya masih tersisa efek dari darah Marie, ratu sihir New Orleans, yang pernah diminumnya. Sedangkan Denise memiliki darah demon. Kalau Ian??? Bukan Ian namanya kalau tidak memiliki cerita yang menarik kenapa ia memiliki tato penangkal demon yang terletak didaerah rahasianya. Yang bikin Cat jijik dan geli karena Ian ngotot memperlihatkan tato yang berada didaerah berbahaya tersebut MySpace

Nah disini terlihat gimana setia kawan Ian sebenarnya. Ia bertekad untuk menyelamatkan teman-temannya. Maka dimulailah petualangan Ian dan Cat mencari demon yang merasuki Wraith sehingga bisa menghilangkan pengaruhnya terharap Bones cs...

Psssttt... ada yang seru di epilog. Yang bikin Ian makin bahagia, Bones pasrah dan Cat tambah suntuk!

sebenarnya dalam buku ini ada 2 cerita, tapi berhubung saya belum pernah baca seri Argeneau-nya Lindsay sand, bagian yang ini saya lewatkan dulu :)




Thursday, October 27, 2011

Love Drunk Cowboy by Carolyn Brown

Love Drunk Cowboy (Spikes & Spurs, #1)

My rating: 3 of 5 stars


terlahir dari keluarga yang lebih mementingkan karir daripada urusan rumah tangga, Austin Lanier dididik untuk menjadi wanita karir. ia bekerja di dealer mobil yang dimiliki kakek dan neneknya dimana ibu dan bibinya juga bekerja. selain itu, salah satu bibinya juga merupakan seorang hakim.
bahkan saking memikirkan karir, awalnya ibu Austin menolak untuk memiliki anak. dan setelah berkompromi dengan suaminya yang menginginkan anak, akhirnya lahirlah Austin.

tapi kemudian nenek dari pihak ayahnya meninggal dan mewariskan perkebunan melon kepada Austin.
karena hubungan ibu dan neneknya yang kurang baik (si nenek menuduh ibu Austin memaksa anaknya, ayah Austin, untuk tinggal dikota besar dan menolak mengurus perkebunan Melon mereka) membuat Austin jarang mengunjungi neneknya.
awalnya ia berniat untuk menjual perkebunan tersebut dan kembali melanjutkan hidupnya dikota besar. tetapi pertemuannya dengan Rye O'Donnel, koboy sexy yang awalnya dikiranya adalah pacar neneknya, memebuat Austin ragu untuk kembali ke kehidupannya yang lama.

keputusan itu semakin kuat setelah ia bertemu dengan teman-teman neneknya yang selalu berkumpul setiap jumat siang. ditempat inilah semua gosip berputar dan rahasia terbongkar.

awalnya niat ini ditentang oleh seluruh keluarga Austin. tetapi setelah melihat bawah selain jatuh cinta pada peternakan, Austin juga jatuh cinta pada Rye dan kota kecil itu, barulah ibu, nenek dan para bibi Austin merestuinya.






The School for Brides by Cheryl Ann Smith

The School for Brides

My rating: 4 of 5 stars


setelah beberapa minggu jenuh membaca, buku ini membuatku segar kembali :)

yang bikin gemes dibuku ini bukan Nicholas, sang duke yang arogan, ini sih biasa. tapi Miss Evangeline Winfield yang tiap deketan ama si duke bilang bencilah, dia jadi victim lah, tapi tiap habis dicium Nicholas malah dia yang jadi agresif. halah...halah..halah.. MySpace





Tuesday, October 18, 2011

The Taming by Jude Deveraux

The Taming (Peregrine, #1)
My rating: 4 of 5 stars


suka banget ama Liana, geram ama Rogan dan terkagum2 pada para simpanan Rogan yang dinamai Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday dan Saturday (sesuai hari mereka ditiduri), yang bikin Liana langsung menyulut tempat tidur Rogan dengan obor MySpace



paling terkakak waktu baca Liana ngasih tau Rogan CS kalo makanan mereka udah diludahi ama juru masaknya yang minta ampun jorok MySpace



above all, suka ama karakter Liana yang tegas dan tanpa ampun, langsung mengusir para "days" dari kastil bahkan bersedia menampung anak2 haram Rogan yang seabreg2 banyaknya (bisa bikin kampung sendiri kalo ditambah dengan saudara2 luar nikah Rogan, hasil peninggalan ayahnya) MySpace



selain itu dia juga bisa merubah Rogan yang jorok, tukang selingkuh dan chauvinist menjadi suami yang mencintai Liana seutuhnya sehingga bersedia menempuh mara bahaya untuk menyelamatkan Liana dari penculikan musuh keluarganya MySpace



ini medieval pertama yang saya baca, suasananya agak beda dengan Season 1800 yang sopan dan beradab. tapi tetap menyenangkan kok bacanya :)






Thursday, October 13, 2011

Unsticky by Sarra Manning

Unsticky

My rating: 4 of 5 stars


Menjadi simpanan laki2 kaya untuk bayar hutang?

Inilah yang terjadi pada Grace, asisten fashion editor yang memiliki penghasilan 14rb poundsterling pertahun yang hanya mencukupi biaya sewa rumah, transport dan makan. Grace yang gila belanja kemudian menggunakan kartu kreditnya untuk membeli barang2 mewah. Hal ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kesenangan berbelanja, lebih kepada Grace yang memiliki rasa rendah diri yang dipicu dari perceraian orangtuanya sehingga dengan membeli barang2 mewah ia baru merasa dirinya berarti.

Cerita dimulai saat Grace diputuskan oleh Liam, pacarnya, pada hari ulangtahunnya. Grace yang tidak terima kemudian marah2 yang menyebabkan Liam tersulut juga kemarahannya sehingga sampai menendang tas Marc Jacob, perancang kesayangan Grace. Saat menangis itulah ia kemudian bertemu dengan Vaughn yang kemudian membawa Grace ke klub pribadinya dan mentraktirnya makan dan nmium. Pertemuan awal ini membawa kesan yang mendalam bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian Grace menerima paket berisi tas Marc Jacob yang menjadi saksi putus cintanya disertai kartu ucapan dari Vaughn. Setelah menimbang2 akhirnya Grace memutuskan mentraktir Vaughn makan sebagai balasan, dan kebetulan karena mereka akan berada di New York pada waktu yang sama maka Grace berniat mentraktirnya disana.

Kencan makan malam ini diakhiri dengan ciuman yang memabukkan Grace sehingga ia siap untuk melangkah lebih jauh, tetapi Vaughn menolaknya. Setelah beberapa minggu putus kontak, Vaughn kembali menghubungi Grace dan mengajukan proposal untuk menjadikan Grace sebagai mistressnya. Dan hubungan ini dilengkapi juga dengan surat kontrak selama 6 bulan. Ckckckc...

Setelah berpikir panjang (& menimbang2 hutangnya) akhirnya Grace setuju menjadi mistress Vaughn. Selain itu Grace juga berpikir dengan menjadi mistress sikapnya bisa menjadi lebih sophisticated dan bisa lebih dihargai oleh orang lain. Tapi sikap Vaugh yang kadang panas kadang dingin bikin Grace yang memang sudah tertarik kepada Vaugh sejak awal mulai jatuh cinta sama “boss”nya. Sedangkan Vaughn yang terbiasa bersikap resmi dengan mistressnya (a.k.a kalo butuh tolong siap-siap, kalo lagi ga butuh harap menghilang) terseret kedalam kehidupan Grace yang sangaaaat penuh drama MySpace.

Dimulai dari bosnya Kiki, yang sejak awal pengen mecat Grace tapi ga punya alasan yang tepat sehingga satu2nya jalan yang bisa dilakukan Kiki adalah memberikan pekerjaan yang kadang ga sesuai dengan posisinya sebagai asisten fashion editor, terus rekan2 sekerjanya yang sering menganggap enteng Grace sehingga sering juga disuruh beli belanjaan, sampai sahabatnya Lily yang akan menikah dengan Dan, cowok yang sangat tidak disukai Grace.

Semua drama ini kemudian berpuncak dengan tersebarnya berita Grace menjadi simpanan laki2 kaya dan membuat Lily membencinya. Kemudian Vaughn menemukan semua tagihan hutang2 Grace dan marah besar sehingga Grace berpikir Vaughn bakal meninggalkan dia. Tapi ternyata semua drama kehidupan Grace ini membuat ia menjadi lebih dekat dengan Vaughn. Dan juga menjadi alasan kenapa pada akhirnya Vaughn berniat memutuskan “kontraknya” dengan Grace.

Membaca buku ini sedikit membawa dilema. Biasaya saya membaca Heroine yang menjadi mistress karena paksaan, ancaman atau perasan dari Heronya. Grace yang memutuskan untuk menjadi simpanan Vaughn ini membuat sedikit sedih. Sedih karena bagi Grace pun sangat sulit untuk membuat keputusan tersebut. Dia dibesarkan oleh kakek neneknya yang menanamkan nilai moral tinggi pada Grace. Tapi dilain pihak, kekecewaan yang dirasakan Grace dalam hidupnya (pekerjaan, percintaan dan pertemanan yang sering gagal) membuat Grace merasa ingin sedikit merasakan kebahagiaan. Ia percaya bahwa dengan memasuki dunia Vaughn yang gemerlap, Grace bisa meninggalkan dirinya yang selalu menghadapi kegagalan.

Dan memang, setelah menjadi lebih dekat dengan Vaughn, Grace belajar banyak hal. Termasuk berusaha dan percaya kepada dirinya sendiri. Dan semua yang diajarkan Vaughn ini membuat Grace berani melangkah untuk menggapai kebahagiaan hidupnya. Dan itu berarti adalah Vaughn...
thanks to Mary yang udah recommend buku ini MySpace




Wednesday, October 12, 2011

Spider's Bite by Jennifer Estep

Spider's Bite (Elemental Assassin, #1)

My rating: 2 of 5 stars


Ga selesai baca buku ini. Makin lama makin tidak suka dengan Gin Blanco a.k.a Spider si pembunuh bayaran.

Tema cerita cukup menarik, mengenai salah satu kontrak kerja Gin yang berbalik membakar dirinya sendiri. Dijebak oleh sekolompok orang yang bersekongkol untuk meruntuhkan kekuasaan Mab Monroe, si ratu kejahatan yang mengusai kota Ashland. Gin ditawari kontrak sebesar 5jt dollar untuk membunuh Gordon Giles, kepala akuntan di perusahaan Halo yang dimiliki oleh Mab Monroe. Gordon dituduh mencuri uang perusahaan dan perusahaan kemudian berniat untuk menyingkirkan Gordon.

Tetapi pada saat melaksanakan misinya Gin ternyata juga diincar oleh pembunuh bayaran lain yang kemudian mengungkapkan bahwa Gin telah dijebak, dan sebenarnya Gordon bukanlah orang yang menyelewengkan uang perusahaan. Saat lolos dari usaha pembunuhan tersebut Gin kembali pulang ke restoran tempat perantara kerjanya tinggal.

Fletcher, si perantara yang juga mentornya ternyata telah mati secara mengenaskan. Gin bersumpah untuk membalas kematian Fletcher yang telah dianggapnya sebagai orangtuanya sendiri. Dan dalam pencariannya untuk membalas dendam ini Gin kemudian bekerjasama dengan Donovan Caine, polisi yang paling terkenal kejujurannya di Ashland City. Kerjasama ini diwarnai dengan daya tarik diantara mereka berdua. Tapi Caine sedikit merasa ragu karena profesi Gin sebagai assassin bertentangan dengan moralitasnya.

Sampai 85% saya baca buku ini belum ada adegan “menarik” antara Gin dan Caine kecuali ciuman panas di klub malam MySpace.
Haaaaahhhh..... salah satu alasan gw brenti baca buku ini MySpace. Wakakakakakakaka.....

Tapi alasan sebenarnya ga selesai baca buku ini karena sifat Gin yang ga ada kompromi, langsung bunuh (ga pake hajar2 dulu), bunuh duluan tanya belakangan (kapan dapat infonya!) terus juga yang merasa ga ada yang salah dengan pekerjaannya sebagai pembunuh, yang bikin gw bertanya-tanya apa bedanya Gin dengan tokoh antagonis di buku ini? Gin mencari pembunuh yang membunuh Fletcher, sedangkan si pembunuh yang sebenarnya merangkai semua drama ini dengan tujuan membunuh Mab Monroe yang telah membunuh ayahnya. Setiap orang yang menghalangi disingkirkan, begitu juga dengan Gin.

Jadi... apa beda Gin dengan si pembunuh?

Dan juga tidak ada sedikitpun humanity atau emphaty dalam diri Gin. Apalagi setelah gw intip2 buku 2 dimana Caine memutuskan untuk pindah kota dan tidak berhubungan lagi Gin. Caine dengan moralitasnya yang tinggi merasa berbenturan dengan sifat Gin yang tidak pandang bulu (walaupun di buku 2 Gin sudah pensiun jadi assassin). Hal ini dibuktikan dengan Caine yang membiarkan Gin membunuh seseorang yang menurut Caine tidak layak dibunuh, dan Caine membiarkan saja. Hal ini membuat Caine memandang ulang hubungannya dengan Gin. Apakah ia tetap menjadi manusia yang sama tanpa moralitasnya? Apakah ia masih bisa menghormati dirinya yang seperti itu?

Keputusan Caine ini disambut Gin dengan sangat buruk. Ia merasa Caine pengecut dan tidak cukup kuat menerima dirinya yang mantan pembunuh. Dan untuk itu ia memandang rendah Caine. Sedangkan gw setuju dengan keputusan Caine yang memilih untuk meninggalkan sebuah hubungan yang dapat merubah dirinya menjadi orang yang kelak akan dibencinya.

Oh ya, yang paling penting semua acara bunuh-bunuhan ini tidak akan ada kalo Gordon Giles si kepala akuntan langsung menemui Mab Monroe dan menunjukkan data2 terjadinya penyelewengan diperusahaan. Kalo berdasarkan deskripsi Mab Monroe dibuku ini, dia tidak akan segan-segan membantai semua pihak yang merugikannya. Dan hal itu bisa dilakukannya secara terang2an karena ia merupakan ratu tidak sah di kota tersebut.

Tapiiiii.. kalo hal itu dilakukan, cerita ini tidak akan ada toh??? MySpace