Thursday, April 9, 2015

[ATG - Playing Around With Romance] Second Lead Dalam Novel





Halooo... ini hari kesepuluh perayaan menyambut ulang tahun Blogger Buku Indonesia yang keempat tahun. Selama sepuluh hari ini kami dari grup romance sudah membahas berbagai topik mengenai romance, dan di hari kesepuluh ini kami akan membahas mengenai Second Lead dalam Novel.

Waktu mengusulkan topik ini untuk dibahas, kami sebenarnya lebih cenderung membahas mengenai orang ketiga dalam hubungan percintaan tokoh utama. Tetapi dengan begitu kami membatasi bercerita hanya mengenai percintaan segitiga saja (yang sangat umum terjadi dinovel-novel fantasy YA), sedangkan novel romance mencakup permasalahan yang lebih luas dari itu. Oleh karena itu pada postingan ini saya akan lebih membahas mengenai cakupan yang lebih umum, yaitu Secondary Character.



Secondary character merupakan tokoh pendukung yang memiliki hubungan dengan para tokoh utama. Ia bisa merupakan teman baik si tokoh utama, musuh atau pesaing dalam hubungan percintaan tokoh utama (seperti yang saya tulis diatas), orang tua, adik/kakak ataupun juga guru si tokoh utama.

Si secondary character ini biasanya digambarkan sebagai kebalikan dari tokoh utama. Contohnya apabila si tokoh utama perempuan digambarkan sebagai gadis biasa dengan kepribadian yang manis maka si secondary character adalah mantan pacar tokoh utama laki-laki yang luar biasa cantik tapi penuh kebencian dan dendam.

Atau misalnya si secondary character adalah sahabat tokoh utama. Si tokoh utama bersifat periang atau emosioal, si sahabat biasanya lebih tenang dan bijaksana.

Tujuan keberadaan para secondary character ini adalah untuk mendukung cerita menjadi lebih masuk akal, atau bisa juga untuk menciptakan konflik. Terkadang untuk cerita-cerita seperti novel harlequin yang memiliki persyaratan sekitar lima puluh ribu kata, porsi para secondary character ini dibuat lebih singkat tetapi tanpa menghilangkan peranan mereka dalam mendukung cerita. Sementara pada novel-novel yang jauh lebih panjang dengan konflik yang lebih rumit keberadaan mereka menjadi lebih penting dan porsi yang diberikan lebih banyak.

Apabila si secondary character ini ternyata memiliki karakter yang unik dan menarik tidak jarang penulis membuatkan sebuah cerita tersendiri untuk mereka. Bisa berupa sebuah novella atau malahan sebuah novel utuh untuk mereka.

Nah, berikut ini saya berikan beberapa contoh secondary character yang pernah saya baca :)

1. Violet Sutcliffe dan Martin St. Claire dalam Hot Island Night (Sarah Mayberry)

Violet merupakan sahabat tokoh utama, Elizabeth, dan Martin adalah tunangan Elizabeth. Keduanya sangat bertolak belakang. Violet sangat blak-blakan sementara Martin orang yang sangat kaku. Di buku ini keduanya ibarat anjing dan kucing, selalu bertengkar. Violet merasa Elizabeth tidak cocok dengan Martin sementara Martin tidak setuju dengan persahabatan Violet dan Elizabeth. Kepergian Elizabeth ke Australia untuk mencari ayahnya malah membuat ia menemukan cinta yang lain.

Kedua tokoh ini, Violet dan Martin, ternyata membuat penulis tertarik untuk melanjutkan cerita mereka. Chemistry diantara mereka begitu kuat sehingga lahirlah Her Best Worst Mistake dimana Violet dan Martin menjadi tokoh utama cerita. Dan jujur saja, saya lebih suka kisah Violet dan Martin daripada kisah Elizabeth :)


2. Lady Danbury dalam How to Marry A Marquis (Julia Quinn)

Buat para penggemar novel-novel Julia Quinn pasti tidak ada yang akan lupa dengan Lady Danbury. Bisa dibilang Lady Danbury ada disetiap novel yang ditulis Julia Quinn. Siapa yang bisa melupakan adegan saat ia mematahkan biola gadis Smythe-Smith agar si gadis tidak perlu tampil di acara musikal tahunan itu? Atau saat ia mengumumkan akan memberi hadiah besar bagi siapapun yang bisa mengungkapkan identitas asli Lady Whistledown?

Lady Danbury merupakan seorang bangsawan tua yang eksentrik dan bermulut tajam. Tidak banyak yang berani berhadapan dengan nyonya ini. Dibalik sifat urakan dan mulut tajamnya, lady tua ini sebenarnya seorang yang hati baik.

Tapi di buku-buku itu perannya sangat sedikit untuk bisa disebut sebagai secondary character, walaupun kemunculannya begitu terasa. Baru didalam novel How to Marry A Marquis Lady Danbury memiliki peran sebagai secondary character. Di buku ini ia berusaha menjodohkan keponakannya James Sidwell, Marquis of Riverdale, dengan pegawainya Miss Elizabeth Hotchkiss.


3. Hardy Cates dalam Sugar Daddy (Lisa Kleypas)

Hardy Cates merupakan cinta pertama Liberty Jones. Keduanya tumbuh didaerah kelas bawah kota mereka. Hardy merupakan pelindung Liberty dan kita bisa membaca cinta yang tumbuh diantara mereka. Tetapi Hardy memutuskan untuk meninggalkan Liberty demi mencari kehidupan yang lebih baik. Ketika bertahun-tahun kemudian ia kembali sebagai lelaki sukses, Hardy mendapati bahwa Liberty ternyata telah bersama pria lain yaitu Gage Travis si tokoh utama laki-laki.

Hardy dan Gage merupakan sosok yang bertolak belakang. Sama-sama tampan, ya. Tetapi Hardy lebih digambarkan sebagai seorang badboy sementara Gage adalah seorang yang stabil.

Konflik meningkat ketika Liberty kembali bertemu dengan Hardy. Walaupun mencintai Gage, tetapi tetap ada sekeping hati yang akan selalu menjadi milik Hardy. Dibagian inilah tercipta sebuah quote favorit saya yang diucapkan oleh Gage.

“I'd do almost anything for you. I think I'd kill for you. But I'm not going to comfort you while you cry in my arms over another man.”

Pesona Hardy membuat banyak pembaca menyukainya. Entah karena alasan itu atau emang sudah dibuat plot sebelumnya oleh Lisa Klepas, Hardy kemudian menjadi tokoh utama di buku selanjutnya yang berjudul Blue-Eyed Devil dimana Hardy berjodoh dengan adik perempuan Gage.


4. Saskia dalam Finally You (Dian Mariani)

Nah, ini nih secondary character yang bisa bikin kita mencak-mencak. Saskia merupakan mantan pacar Raka, bos Luisa yang menjadi tokoh utama dibuku ini.

Saskia dulu meninggalkan Raka demi lelaki lain yang lebih mapan. Disaat yang bersamaan ia juga tidak berniat untuk mengakhiri hubungannya begitu saja dengan Raka. Setiap berkunjung ke Jakarta, ia selalu menginap di tempat Raka dan merekapun kemudian melakukan hubungan terlarang.

Disini Saskia digambarkan sebagai tokoh  yang begitu bertolak belakang dengan Luisa si tokoh utama. Saskia begitu modern, sophisticated dan sangat cantik. Sementara Luisa memiliki sedikit rasa rendah diri walaupun terkadang begitu manis dan lucu.

Hubungan antara Raka dan Saskia inilah yang kemudian membentuk konflik utama cerita. Luisa tidak terima dengan jenis hubungan Raka dan Saskia yang sudah begitu sering terlanjur. Sementara Saskia sendiri merasa terancam dengan keberadan Luisa yang bisa merenggut Raka dari tangannya. Ia memprovokasi Luisa dengan kebenaran yang setengah jadi atau malah dengan kebohongan langsung yang menyebabkan hubungan Luisa dan Raka memburuk.


Nah, itulah beberapa contoh mengenai secondary character yang pernah saya temui. Kebanyakan memang berupa pesaing cinta seperti sering kita temukan di novel-novel Harlequin. Tetapi sering juga kita temukan secondary character yang bahkan lebih menarik dari si tokoh utama itu sendiri.

Begitulah pembahasan saya mengenai secondary character. Kalau misalnya kamu punya tambahan informasi mengenai hal ini, atau kurang setuju dengan pendapat saya, silakan tulis dibagian komen ya :)

Pengen tau juga apa pendapat anggota grup romance lain mengenai second lead atau secondary character ini? Silakan klik link-link dibawah ini untuk mencari tahu ya :)




Oh iya, sudah ikutan giveaway yang kami adakan untuk merayakan ultah BBI belum? Kalau belum silakan gambar dibawah ini untuk ikutan. Jangan ditunda-tunda lagi, GA bakal ditutup dalam dua hari lagi lho! Ayo cepetan ikut...!

 Spring of Love Giveaway

1 comment:

  1. Baru setelah membaca karangan Eliosa James saya sebal banget dengan secondary character. Padahal saya biasanya lumayan suka dan tidak mempermasalahkan sama sekali. Cuman di buku Eliosa James ini SC yang aneh karna berdiri sendiri dan sama sekali tidak ada hubungan dengan tokoh utamanya. Ingetnya aja uda sebel banget

    ReplyDelete