Monday, July 7, 2014

KDS 01 : Ratu Jowka



Pada zaman dahulu kala kerajaan Jepang diperintah oleh seorang ratu bernama Ratu Jowka. Tapi pemerintahan Ratu Jowka sedang goyah karena pemberontakan yang dilakukan oleh Ti-Lu, seorang bangsawan, samurai, ahli strategi dan penyihir. Banyak pengkhianat yang menyeberang ke sisi Ti-Lu hingga akhirnya Ti-Lu berhasil mengepung ibu kota kerajaan.

Saat sedang sedih memikirkan nasib kerajaannya, seorang ksatria tua tiba-tiba muncul dihadapan sang Ratu. Sikapnya berwibawa dan mengenakan pakaian perang yang berkilau megah.
Ternyata ksatria tua tersebut adalah dewa api, yang merasa kasihan melihat nasib yang menimpa rakyat dan kerajaan Ratu Jowka. Dewa api berjanji akan membantu sang ratu dalam perang menghadapi Ti-Lu.

Pasukan kemudian dipersiapkan dan sang dewa berada pada barisan paling depan. Pertempuran terjadi, dengan sihirnya Ti-Lu berusaha menghancurkan pasukan Ratu Jowka. Tetapi berkat bantuan Dewa api malah pasukan Ti-Lu yang terpukul mundur. Ti-Lu melarikan diri hingga ke gunung Shu. Tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Menjadi gila karena kecewa Ti-Lu akhirnya menghantamkan kepala ke batu gunung. Begitu kerasnya hantaman tersebut membuat gunung Shu meletus. Lahar panas dan awan hitam keluar dari pusat gunung.

Saking panasnya lahar tersebut membuat dasar pilar penyangga langit meleleh dan jatuh, menyebabkan langit sobek dan menutupi bumi. Bumi dipenuhi kegelapan karena cahaya matahari tidak sanggup menembus robekan langit yang menutupi bumi.

Sekali lagi kearifan Ratu Jowka diuji. Ia mengumpulkan semua cerdik pandai, tetapi tidak ada satupun usulan yang bisa diterapkan. Akhirnya Ratu Jowka menemukan sebuah cara. Ia meminta rakyatnya mengumpulkan bebatuan berwarna dan merebusnya dengan porselen paling bermutu hingga menghasilkan bubur yang kental dan mengilap.



Dengan bubur tersebut Ratu Jowka merekatkan kembali langit yang robek dan meminta kura-kura raksasa menjadi pilar penyangga langit.

Tapi permasalahan tidak selesai begitu saja. Walaupun langit sudah direkatkan kembali, tetap tidak ada cahaya matahari dan bulan. Ternyata matahari dan bulan sedang beristirahat di istana masing-masing, tidak sadar bahwa langit telah utuh kembali. Ratu Jowka mengirim utusan untuk menyampaikan kabar tersebut hingga akhirnya matahari dan bulan kembali menjalankan tugas mereka.

Ketika di puja-puji oleh rakyatnya karena keberhasilan ini, Ratu Jowka hanya berkata bahwa ia hanya sekedar menjalankan tugasnya.

Di Kumpulan Dongeng Sedunia terdapat beberapa dongeng yang berasal dari negeri matahari terbit. Tapi saya paling suka cerita mengenai Ratu Jowka ini.  Sebagai seorang pemimpin ia menjalankan tugasnya dengan serius dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya.

Dan karena besok, 9 Juli 2014, adalah hari pemilihan presiden kita semoga presiden terpilih nantinya juga memiliki sifat Ratu Jowka ini :)


No comments:

Post a Comment