Wednesday, January 14, 2015

KDS 03 - Irwin Si Kepala Kuda



Di daerah Brittany hiduplah seorang saudagar kaya yang memiliki seorang anak lelaki yang berbeda dari anak lelaki lainnya. Apa yang membedakannya?

Irwin, anak saudagar tersebut, memiliki kepala yang berbentuk kepala kuda!

Walaupun begitu sang saudagar amat sayang kepada anaknya tersebut. Irwin dibesarkan selayaknya anak-anak biasa lainnya. Bahkan ketika Irwin dewasa ayahnya meyuruh Irwin untuk segera menikah. Sang ayah menemui seorang petani yang memiliki tiga orang anak gadis yang cantik. Si anak sulung langsung bersedia menikah dengan Irwin karena tergiur dengan harta yang dimiliki keluarga Irwin. Ia berniat membunuh Irwin setelah mereka menikah sehingga bisa menguasai harta Irwin. Tetapi sehari setelah hari pernikahan si gadis sulung ditemukan tewas.


Mendengar kematian kakaknya, si gadis tengah kemudianmengajukan diri untuk menikah dengan Irwin. Dan ternyata ia memiliki niat yang sama dengan kakaknya! Dan nasib yang sama juga menimpa si gadis tengah. Ia ditemukan mati setelah hari pernikahannya dengan Irwin.

Akhirnya tiba giliran Marian, si gadis bungsu untuk menikah dengan Irwin. Tetapi gadis yang satu ini memang berbeda dengan saudara-saudaranya. Ia sama sekali tidak berniat melukai Irwin dan malah jatuh cinta kepada suaminya tersebut. Sepasang manusia ini hidup bahagia sampai setahun kemudian saat si gadis bungsu melahirkan seorang anak untuk Irwin.

Irwin yang berbahagia kemudian membisikkan sebuah rahasia kepada istrinya.

“Besok pagi, jika anak kita selesai dibaptis, aku akan terbebas dari kutukan. Tapi kekuatan sihirnya takkan hilang sebelum gema lonceng gereja tak terdengar lagi.”

Marian semakin bahagia. Kebahagiaan yang membuncah ini membuat ia tidak tahan. Ketika lonceng terakhir dibunyikan ia membisikkan rahasia itu kepada ibunya. Tapi sayangnya rahasia itu diungkapkan sebelum gema lonceng berakhir.

Irwin sangat sedih dan gusar. Dalam kemarahannya ia mendorong Marian sehingga hidung istrinya mengeluarkan darah yang memercik ke baju Irwin. Kemudian seekor burung raksasa tiba-tiba datang dan mencengkeram Irwin, membawanya pergi.

Marian sangat bersedih. Ia merasa bersalah kepada suaminya. Ia kemudian berkelana mencari suaminya
yang hilang hingga suatu hari Marian sampai disebuah pegunungan yang diselimuti salju. Seekor rubah yang baik kemudian menuntun Marian ke sebuah rumah di puncak gunung. Disana Marian menemukan tiga orang perempuan yang sedang berusaha menghilangkan noda di kemeja milik majikan mereka. Marian langsung tahu kalau orang itu adalah Irwin.

Ia kemudian mencoba membersihkan baju tersebut, dan dalam sekejap noda darah tersebut kemudian hilang. Marian kemudian mendatangi suaminya dan pengorbanan Marian yang tanpa putus asa mencari Irwin membuat kutukan kepada kuda Irwin hilang. Keduanya kemudian kembali pulang ke rumah mereka dan hidup bahagia bersama anak mereka.


Irwin si Kepala Kuda merupakan salah satu cerita yang saya sukai di Kumpulan Dongeng Sedunia. Saya pernah ceritakan kalau ada beberapa cerita yang hilang setelah buku ini saya pinjamkan kepada teman saya? Nah kisah Irwin ini merupakan salah satunya.

Dulu membaca kisah yang ini malah suka banget. Tapi setelah dibaca ulang di umur yang segini kok rasanya ada beberapa bagian yang brutal ya. Misalnya niat si gadis sulung dan si tengah untuk membunuh Irwin setelah menikahinya, dan ternyata kemudian mereka ditemukan mati. Irwin hanya mengucapkan bahwa ia hanya membela diri saja.

Kalau dulu sih bacanya sih bagi saya oke-oke aja, tapi kalau mikir sekarang ini apa cocok dibacakan buat anak ya? Mengapa? Karena pada jaman saya dulu sinetron gila-gilaan seperti sekarang ini belum ada. Sinetron jaman sekarang ini malah pernah saya liat anak SD pun udah berencana meracun temannya!
Tapi emang nilai moral dalam sebuah dongeng itu biasanya adalah kebaikan mengalahkan kejahatan (dan happily ever after). Dicerita ini si sulung dan si bungsu berniat melakukan kejahatan kepada Irwin dan akhirnya mereka menerima akibatnya.

Dan Marian, si bungsu, rela berkelana kian kemari untuk mencari suaminya kemudian diberikan balasan sebuah kebahagiaan.

Jadi menurut saya cerita ini masih layaklah untuk didongengkan kepada anak-anak kita dengan syarat bisa nyari alasan yang baik saat anak bertanya tentang kematian si sulung dan si bungsu. Hehehehe….

4 comments:

  1. Ini persis seperti kumpulan Cerita Mancanegara di SMP ku :) Terima kasih

    ReplyDelete
  2. sama-sama. terimakasih sudah berkunjung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejak kamu tahu menemukan buku yang berjudul Irwin, si kepala kuda

      Delete
  3. thanks ...ingat buku masa kecil , tk 0 kecil...

    ReplyDelete