Masih dalam rangka acara Around
The Genre In 30 Days, kali ini saya akan membuat review novel historical
romance yang menjadi sub genre bahasan saya. pembahasan mengenai romance dan
historical romance dapat kamu baca dengan mengklik link ini.
Buku yang saya baca untuk event ini adalah Four Nights With The Duke yang ditulis oleh Eloisa James.
Judul : Four Nights With The Duke
Pengarang : Eloisa James
Penerbit : Avon
Halaman : 384
ISBN : 9780062223920
Rating : 4 of 5 stars
Sinopsis:
As a young girl, Emilia Gwendolyn Carrington told the annoying
future Duke of Pindar that she would marry any man in the world before him—so
years later she is horrified to realize that she has nowhere else to turn.
Evander Septimus Brody has his own reasons for
agreeing to Mia's audacious proposal, but there's one thing he won't give his
inconvenient wife: himself.
Instead, he offers Mia a devil's bargain . . . he will
spend four nights a year with her. Four nights, and nothing more. And those
only when she begs for them.
Which Mia will never do.
Now Vander faces the most crucial challenge of his
life: he must seduce his own wife in order to win her heart—and no matter what
it takes, this is the one battle he can't afford to lose.
Review:
Emilia Gwendolyn Carrington dan
Evander Septimus Brody memiliki masa lalu yang berkaitan. Ibu Vander, Duchess
of Pindar, merupakan perempuan simpanan ayah Mia, Lord Carrington. Dan semua
orang mengetahui rahasia ini, termasuk kenyataan bahwa ayah Vander masih hidup
dan berada di rumah sakit jiwa.
Tetapi hal itu tidak menghalangi Mia muda untuk jatuh cinta kepada Vander. Dan terlahirlah sebuah puisi cinta yang ditujukan kepada Septimus, panggilan kesayangan Mia kepada Vander saat itu. Puisi yang berisi curahan jiwa Mia itu ditemukan oleh ayahnya dan diberikan kepada ibu Vander. Karena merasa puisi itu lucu, sang ibu kemudian menyerahkan puisi itu ketangan anaknya.
Vander yang saat itu sama-sama
berumur lima belas tahun dengan Mia berniat menghancurkan puisi yang bisa
membuat ia menjadi bahan olokan. Tapi tak disangka puisi tersebut direbut oleh
temannya yang kemudian memutar balik puisi Mia sehingga terdengar mesum. Dengan
emosi Vander merobek-robek puisi tersebut dan menghina Mia, tidak sadar bahwa
sebenarnya Mia sedang berada dibalik sofa di ruangan tersebut.
Dengan murka Mia muncul kehadapan
para bocah laki-laki tersebut dan bersumpah bahwa ia tidak akan mau menikahi
satupun dari mereka walaupun mereka adalah laki-laki terakhir yang ada
diseluruh kerajaan Inggris.
Tetapi Mia terpaksa memakan
sumpahnya tersebut.
Tigabelas tahun telah berlalu
dari masa itu dan Mia dihadapkan pada pilihan mendapatkan seorang suami dalam
waktu satu bulan atau kehilangan hak asuh atas Charlie, keponakannya.
Sebenarnya Mia tidak perlu kesulitan seperti itu kalau saja Edward, tunangannya, tidak mencampakkannya di altar.
Berbekal sebuah surat pemberian
ayahnya, Mia datang menemui Vander yang telah menjadi Duke of Pindar. Dengan
sopan ia meminang Vander dan memberikan pilihan, nikahi dia atau...
Vander tidak menyangka kalau Mia
masih begitu tergila-gila kepadanya. Dengan geram ia akhirnya setuju menikahi
Mia, tetapi ia juga memberikan syarat untuk pernikahan tersebut. Vander hanya
akan memberikan empat malam setiap tahun untuk berhubungan intim dengan Mia,
itupun juga kalau Mia memohon kepadanya. Well, tapi tidak salah juga kalau
sekali-sekali ia yang menghadiahkan kesempatan tersebut kepada Mia.
Yang tidak disangka oleh Vander
adalah bahwa ia merasa mendapat keuntungan dari pernikahan ini. Kalau Mia
begitu tergila-gila kepadanya sampai nekat meminang Vander, berarti tidak ada
kemungkinan Mia akan mengkhianatinya seperti ibunya mengkhianati ayah Vander.
Dan Mia juga berhasil membuat hasrat Vander bergejolak hingga Vander berpikir
bahwa mungkin saja ia akan merobek surat perjanjian mengenai empat malam tersebut.
Saya jarang membaca novel-novel
Eloisa James.
Beberapa novelnya yang saya baca
terasa biasa-biasa saja malah cenderung agak membosankan bagi saya. Satu-satunya
novel Eloisa James yang saya sukai adalah When Beauty Tamed The Beast yang saya
beri nilai lima bintang.
Buku yang inipun saya baca
setelah melihat kalau Julia Quinn merekomendasikannya. Saya sudah pernah
membaca buku-buku rekomendasi Julia Quinn sebelumnya dan mendapati selera buku
saya hampir sama dengannya. Dan karena sinopsinya yang menarik, saya akhirnya
memutuskan membaca buku ini sebagai contoh bacaan historical romance yang menjadi
subgenre bahasan saya dalam acara Around The Genre in 30 Days.
Kedua tokoh utama kita ini
sedikit berbeda dengan tokoh-tokoh lain yang pernah saya baca. Vander memang
seorang duke, tapi ia sudah begitu terbiasa menjauh dari Society dan berkutat
dengan kuda-kudanya sehingga ia cenderung terdengar kasar bagi seorang duke. Ia
bertubuh tinggi besar dan terbiasa bekerja keras hingga tangannya kapalan.
Bahasanya kasar dan terus terang sehingga sering membuat Mia terkadang sakit
hati. Tapi dibalik kata-katanya yang tajam terkandung rasa sayang yang begitu
susah untuk disampaikannya.
Sedang Mia bisa dibilang sudah
menjadi wallflower seumur hidupnya. Skandal ayahnya membuat Mia cenderung
menutup diri. Apalagi setelah peristiwa puisi yang menghina fisik Mia. Saat itu
memang Mia sedikit berisi dengan ukuran dada yang jauh lebih besar dari
gadis-gadis seumurnya. Ejekan-ejekan ini membuat Mia berusaha menutupi dirinya
(dadanya) dengan memakai pakaian besar dan berlipit-lipit. Tubuhnya yang begitu
mudah menyerah pada rayuan Vander membuat Mia merasa kehilangan harga diri.
Tidak cukup laki-laki itu menghinanya dengan persyaratan empat malam, dan
sekarang tubuh Miapun mengkhianatinya.
Eloisa James menuliskan
kisah Mia dan Vander dengan begitu
menarik. Ditambah dengan kemunculan Charlie si keponakan dan Jafeer kuda Arab
yang merindukan keluarganya, cerita ini dijalin dengan manis. Percakapan antara
Vander dan Charlie membuat saya tergelak dan tingkah Jafeer yang jatuh cinta
kepada Mia begitu lucu.
Satu hal lagi yang menarik adalah
Eloisa James menampilkan dua nama penulis favorit saya di bukunya ini, walaupun
sedikit diplesetkan. Di buku ini diceritakan bahwa Mia memiliki identitas
rahasia, yaitu seorang penulis novel romance ternama. Ia kemudian diperkenalkan
kepada dua orang penulis lain yang menurut editornya bakal disukai Mia, yaitu
Miss Julia Quiplet dan Mrs. Lisa Klampas. Kedua nama itu adalah plesetan dari
nama Julia Quinn dan Lisa Klepas, yang merupakan dua penulis favorit saya. Klik link ini untuk membaca postingan Top 5 Romance Author saya :)
Nah lho, jangan-jangan JQ
merekomendasikan buku ini karena ada nama dia didalamnya?
Hmm... mungkin aja sih, tapi
kenyataannya buku ini emang enak dibaca. Dan walaupun termasuk kedalam seri
Desperate Duchess, kita bisa membaca buku ini langsung tanpa harus membaca
buku-buku terdahulu.
Empat bintang saya sematkan untuk buku ini dan saya rekomendasikan untuk para pembaca historical romance :)
Untuk mengetahui pembahasan dan review subgenre romance lainnya silakan klik link-link dibawah ini :)
Playing Around With Romance
Format : Nama Blog - Tema Posting Bareng
Format : Nama Blog - Tema Posting Bareng
(Cannot add links: Registration/trial expired)
oh ya, udah pada ikutan Giveaway Romance belum? kalau belum segera ikutan deh karena besok hari terakhir Giveaway diadakan. Klik gambar dibawah ini untuk ke postingan GA, jangan sampai ketinggalan ya
:)
No comments:
Post a Comment